profil

Homestay Nusa indah dieng 1 & 2

Homestay Nusa Indah merupakan Homestay yang terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Selain desain yang Modern dan letak Homestay yang Strategis, Homestay Nusa Indah Dieng juga menawarkan beberapa Fasilitas yang mengutamakan kenyamanan keluarga dan saudara anda.

Lokasi Homestay Nusa Indah cukup berdekatan dengan obyek pariwisata Dataran Tinggi Dieng sehingga lebih mudah bagi anda untuk mengunjungi obyek wisata Dataran Tinggi Dieng tanpa menempuh jarak yang cukup lama. Homestay Nusa Indah Dieng dapat ditempuh dari kota Wonosobo dengan jarak 26 KM, dari kota Banjarnegara dengan jarak 35 KM dan dari kota Pekalongan kurang lebih 120 KM. Fasilitas Homestay Nusa Indah meliputi, 16 kamar, 6 ruang keluarga, shower air hangat, Televisi, Dapur, parkir kendaraan, dll di dua Homestay Nusa Indah Dieng. SELENGKAPNYA

SEJARAH SINGKAT DATARAN TINGGI DIENG

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: "di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna Dewa. Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tinggi yang tertinggi kedua didunia setelah Tibet / Nepal, dan yang terluas di Pulau Jawa.

Dieng terletak pada posisi geografis 7’ 12’ Lintang Selatan dan 109 ‘ 54’ Bujur Timur, berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl. Dataran Tinggi Dieng dapat ditempuh dari kota wonosobo dengan jarak sekitar 26 KM, dan merupakan daerah tujuan wisata nomor 2 di Jawa Tengah setelah Borobudur. Dataran Tinggi Dieng semula merupakan Gunung Berapi yang meletus dengan dahsyat, sekarang puncak gunung terlempar, tinggallah sekarang suatu dataran yang terletak di puncak gunung lebih dikenal dengan sebutan " DIENG PLATEAU".

RAMBUT GIMBAL & MAKANAN KHAS DIENG

Rambut gimbal atau gembel yang dimiliki sejumlah anak di Dataran Tinggi Dieng, itu bukanlah tren rambut yang mereka ikuti melainkan terbentuk dengan sendirinya. Konon, anak-anak berambut gimbal ini memiliki keistimewaan dibanding anak-anak lainnya. Mereka yang berambut gimbal ini juga memiliki impian maupun cita-cita seperti halnya anak-anak sebaya termasuk ingin berambut normal.

Rambut-rambut gimbal tersebut harus dipotong melalui sebuah prosesi ruwatan agar bisa tumbuh normal dan dilaksanakan atas dasar keinginan si anak, bukan kemauan orang tuanya. Selain itu, orang tua juga harus memenuhi permintaan si anak berambut gimbal yang sudah bersedia untuk diruwat. Oleh karenanya, ruwatan rambut gimbal ini tidak dilaksanakan setiap saat.

Lain halnya dengan makanan khas Dieng, dengan alam yang subur dan hawa yang sejuk, Dataran Tinggi Dieng benar benar dimanfaatkan masyarakat sekitar. Dieng mempunyai beragam makanan khas, Antara lain : Carica (pepaya dieng), Kacang babi, Jamur dieng, dan Purwaceng.